Posted by Lailatul Badriyah | Posted in inspirasi Alam | Posted on 01-02-2012
Kembali terkagum-kagum ketika membaca artikel tentang lebah. Selalu ada hal baru yang diajarkan oleh binatang imut ini kepada manusia….mulai dengan kebersihan dan rancangan geometris yang “uwow” dari sarangnya, kemampuan spasial untuk menemukan kembali letak sarang, pembagian tugas dan kerjasama yang harmonis, kebermanfaatannya yang luar biasa untuk makhluk lain (khususnya bunga dan manusia ^0^), sampai kemampuannya menghasilkan propolis, suatu zat yang anti bakteri dan sangat baik digunakan sebagai pengawet…..(dengan cara : menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh pada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia)…….
Dan ternyata, si imut ini juga mengajarkan pada manusia untuk hemat energi melalui pemilihan rute terpendek saat mencari nektar……Wew…..
Bumblebee merupakan nama dari lebah yang berasal dari genus Bombus. Ukuran lebah ini besar dan berbulu lebat. Kalo di Indonesia, nama lokalnya adalah tawon kumbang atau tawon endas (Hm…agak kurang pas sebenernya, soalnya lebah dan tawon itu kan beda, hehe….. :p). Nah, lebah ini setiap harinya bepergian sampai delapan kilometer untuk mencari nektar……Ho…capek dunk ya??
Ntah capek atau tidak, ternyata lebah2 ini cerdas dalam memecahkan salah satu teka-teki matematika : wiraniaga keliling. Para lebah pekerja sepertinya liar dan acak dalam mencari serbuk sari dan nektar, tapi para peneliti di Queen Mary, London University,
menemukan adanya pola khusus atau koreografi pada petak bunga. Lebah Bumblebee (Bombus terrestris) dapat menemukan rute terpendek untuk mengunjungi setiap bunga satu kali sebelum kembali ke sarang. Dalam uji laboratorium, lebah menemukan rute terpendek yang menghubungkan enam bunga tanpa mencoba rute alternatif. Setiap lebah diuji sebanyak 80 kali dan lebih sering menggunakan rute terpendek terus-menerus….. Kok bisa ya??? Secerdas itukah mereka?? Subhanallah….
Saat ini para peneliti memperkirakan kemampuan lebah tersebut diperoleh melalui adanya memori spasial….namun hingga saat ini ilmuwan masih terus mencoba mencari jawaban dari fenomena ini…. Dengan mempelajari lebih dalam tentang “keputusan” lebah dalam memilih rute terpendek, kita dapat memperoleh wawasan untuk memperbaiki jaringan transportasi dan komunikasi yang sekarang sedang “ruwet”.
Waaahh….lebah yang otaknya hanya seukuran benih rumput saja bisa begitu efisien dalam melakukan aktivitasnya…..apalagi manusia yang dianugerahi otak dengan volume yang lebih besar dan juga akal…harusnya kita juga bisa efisien dunk, jauh lebih efisien…….hehe…#renungan diri
Ayo2 Semangat teman2 !!!!!!!!!!!!! ^0^
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An Nahl, 16:68-69)
Referensi Utama : National Geographic Edisi Februari 2012

